Aku Bangga dengan Agamaku

  • 5 Years ago

Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,

وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ ، فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ

Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, ‘Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek (kami). Kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal.’.” [Hûd: 38-39]

Malu menampilkan diri dengan ciri keislaman adalah musibah terhadap seorang muslim maupun muslimah. Bahkan tidak jarang, kita menemukan sebagian manusia jatuh dalam berbagai dosa lantaran tidak ingin diketahui identitas keislamannya. Pokok kerusakan akhlak ini karena dua hal,

Pertama, kurangnya pengagungan kepada Allah, sebagaimana firman Allah, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci (Allah) dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” [Az-Zumar: 67]

Kedua, kurang meyakini bahwa segala kemuliaan dan kehormatan berasal dari Allah. Padahal Allah telah mengingatkan, “(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi mereka itu? Maka sesungguhnya semua kemuliaan adalah kepunyaan Allah.” [Al-Nisâ`: 139], Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” [Fâthir: 10]

Pengagungan Nabi Nuh ‘alaihissalam terhadap agama Allah, menjadikan Allah memuliakan beliau dan menjadikan beliau berbangga dengan hidayah Allah di atas agama yang lurus, serta menyelamatkan beliau dan pengikutnya dari adzab.

Merasa mulialah dengan agamamu, raihlah kemuliaan, dan jauhkan diri dari kehinaan.

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

2 Comments Already

  1. afwan ustadz, ada salah tulis :

    “(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi mereka itu? Maka sesungguhnya semua kemuliaan adalah kepunyaan Allah.” [Al-Mâ`idah: 139], yang benar surat An Nisaa’ 139
    Barakallahu fiikum.

  2. Bismillah,ijin copy dan share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

23 − 18 =