Hukum Membatalkan Qadha Puasa

  • 5 Years ago

Tanya:

Apa hukumnya membatalkan qadha puasa?

Jawab:

Kewajiban seorang yang membayar tunggakan puasa wajib, baik puasa Ramadhan, puasa kaffarah dan selainnya, untuk melanjutkan puasanya kecuali bila ada udzur. Hal tersebut berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika ditanya oleh Ummu Hani yang berbuka dalam puasa sunnah dan tidak menggantinya, beliau bersabda,

“Tidak membahayakan engkau jika (puasa tersebut) adalah puasa tathawwu’ (puasa sunnah).” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dikuatkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Sunan Abi Dawud.]

Fiqih dari hadits di atas, kalau seorang berbuka dalam puasa wajib, hal tersebut adalah hal yang berbahaya.

Namun menurut kebanyakan ulama tidak ada kaffarah bagi siapa yang berbuka walaupun tanpa udzur, dan menurut pendapat yang lebih kuat bahwa tidak wajib dia mengqadha hari qadha puasa wajib yang dia berbuka tanpa udzur.

Pembahasan di atas tersebut dalam buku-buku fiqih. Telah difatwakan ketidak bolehan berbuka dalam qadha puasa wajib tanpa udzur oleh Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin dan selainnya. Wallahu A’lam.

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

1 Comment Already

  1. bismillah. afwan ustadz mau tanya, bagaimana jika seorang istri membatalkan qodho puasa romadhon di siang hari karena melayani suami (tidak berpuasa) dalam keadaan tidak dipaksa dan belum mengetahui hukumnya.
    apakah jg wajib kafaroh?bagi istri saja atau keduanya?
    mohon jawabannya,jazakallohu khoiron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 1