Hukum Shalat Witir

  • 5 Years ago

Menurut jumhur ulama, shalat Witir hukumnya adalah sunnah muakkadah. Ini adalah pendapat Imam Mâlik, Asy-Syâfi’iy, Ahmad, Ishâq, dan lain-lain.

Di sisi lain, Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat Witir hukumnya wajib. Beliau berdalilkan dengan beberapa dalil, yang di antaranya adalah hadits Buraidah radhiyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوِتْرُ حَقٌّ فَمَنْ لَمْ يُوْتِرْ فَلَيْسَ مِنَّا الْوِتْرُ حَقٌّ فَمَنْ لَمْ يُوْتِرْ فَلَيْسَ مِنَّا الْوِتْرُ حَقٌّ فَمَنْ لَمْ يُوْتِرْ فَلَيْسَ مِنَّا

“(Shalat) Witir adalah haq. Barangsiapa yang tidak (mengerjakan shalat) Witir, tidaklah termasuk golongan kami. (Shalat) Witir adalah haq. Barangsiapa yang tidak (mengerjakan shalat) Witir, tidaklah termasuk golongan kami. (Shalat) Witir adalah haq. Barangsiapa yang tidak (mengerjakan shalat) Witir, tidaklah termasuk golongan kami.” [1]

 

Tarjih

Dalam hal ini, pendapat yang lebih benar adalah bahwa shalat Witir bukan wajib. Hal ini berdasarkan hadits Thalhah bin ‘Ubaidullah radhiyallâhu ‘anhu riwayat Al-Bukhâry dan Muslim bahwa, ketika menyebutkan kewajiban shalat lima waktu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Apakah ada kewajiban lain atasku?” Beliau menjawab, “Tidak ada, kecuali hanya sekedar shalat Tathawwu’ (shalat sunnah).” [2]

Kemudian, akan diterangkan juga tentang pelaksanaan shalat Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam di atas hewan tunggangannya[3] karena telah dimaklumi bahwa shalat wajib tidaklah dikerjakan di atas hewan tunggangan.

Selain itu, ada dalil-dalil lain yang menunjukkan ketidakwajiban witir tersebut.[4]



[1] Diriwayatkan oleh Ahmad 5/357, Ibnu Abi Syaibah 2/92, Abu Dâud no. 1419, Al-Hâkim 1/448, dan Al-Baihaqy 2/469. Dihasankan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahîh 2/159.

[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry no. 46, 1891, 2678, 6956, Muslim no. 11, Abu Dâud no. 391, dan An-Nasâ`iy 1/226, 4/120, 8/118.

[3] Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim dari hadits Amr bin Rabi’ah. Selain itu, ada beberapa shahabat lain yang menjelaskan pelaksanaan shalat sunnah Nabi di atas hewan tunggangan beliau.

[4] Tentang pembahasan hukum shalat Witir di atas, bacalah Al-Istidzkâr 2/80, Al-Majmu’ 3/514-517, Al-Mughny 2/591-594, Majmû’ Al-Fatâwâ 23/88, Fathul Bâry 6/210-212 karya Ibnu Rajab, dan Nailul Authâr 3/34.

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 + = 37