Share:

Home » Tanya Jawab Ringkas » Menjawab Syubhat Tuduhan bahwa Salafy Menolak Demokrasi

Tanya:

Bagaimanakah membantah syubhat bahwa, “Salafy ini aneh, menolak demokrasi, tetapi kok menerima hasil demokrasi (pemilu)”?

 

Jawab:

Yang aneh adalah orang yang tidak mengikuti dalil. Demokrasi bukanlah bagian dari syariat Islam. Adapun ketaatan kepada pemimpin muslim -walaupun berkuasa dengan cara paksa atau melalui cara keliru seperti pemilu-, itu adalah hal yang dijelaskan dalam Al-Qur`an, hadits yang mutawatir, dan kesepakatan ulama, selama pemimpin tersebut memerintah dalam hal yang ma’ruf, bukan dalam hal maksiat.


Artikel Lainnya :

3 Comments

  1. Iskandar says:

    Bismillah
    Semoga ALLAH senantiana menjaga Antum dan Keluarga..Ustadz bagaimana prihal pemilu presidan apakah kami di wajibkan utk mencoblos atau kah berdiam diri di rumah. syukron. Krna 4 ulama yg tlh kami baca ttg hukum pemilu tsb d antaranya Syaikh Bin Baaz, Syaikh ‘Utsaimin, Syaikh al Albani, Dan Syaikh Muqbil dalamfatwa Fatwa Bliau

  2. rifki says:

    ustad, mau tanya ada dari sebagian ustadz yang menyerukan untuk ikut pemilu dg mengkaidahkan maslahat-mafsadatnya. mereka jga membawa fatwaa2 ulama’ kita. apakah hal ini termasuk ijtihad? apakah perlu hal ini dtanyakan langsung ke ulama’2 tua kita tentang kondisi pemilu di indonesia ini agar didengar fatwa sehingga permasalahan ini jelas bagi kami yang mash tholabul ilm. Bismillah, mohon penjelasannya..

  3. Syarifuddin says:

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Uztadz, saya mau tanya tentang apa yang sebenarnya yang terjadi di suriah. saya pusing dengan apa yang saya baca selama ini, ada yang mengatakan presiden basyar yang syiah membantai warganya yang sunni. Ada juga yang bilang, basyar bukan syiah, dia hanya mengusir pemberontak yang ada di negaranya.
    Syukron ustadz

Leave a Reply

© 1434 H / 2013 Dzulqarnain.Net · Developed by Abu Fudhail Ulla · Powered by WordPress