Penutup Setiap Amalan Ketaatan

  • 5 Years ago

Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا

“Apabila kalian telah menyelesaikan ibadah haji kalian, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kalian menyebut-nyebut ayah-ayah/nenek moyang kalian, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu.” [Al-Baqarah: 200]

Allah memerintah untuk menutup ibadah haji dengan banyak berdzikir kepada Allah, dan di ayat sebelum ayat di atas kita diperintah untuk banyak beristighfar ‘memohon ampun’ kepada Allah. Pada shalat lima waktu, kita dianjurkan untuk menutupnya dengan dzikir-dzikir yang dibaca selepas shalat dan shalat-shalat rawatib. Pada syari’at puasa Ramadhan, kita diwajibkan untuk menutupnya dengan zakat fitri dan disunnahkan puasa enam hari di bulan Syawal. Demikianlah setiap ibadah agung dalam syari’at Islam agar penutup amalannya melengkapi dan menyempurnakan kekurangan yang terjadi dalam ibadah.

Itulah kaidah dalam beribadah, tidak ada waktu beristirahat guna beramal kepada Allah, tidak perlu berlibur di kehidupan yang kita tidak mengetahui kapan ajal datang menjemput. Allah berfirman kepada Nabi-Nya,

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ، وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap.” [Asy-Syarh: 7-8]

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” [Al-Hijr: 99]

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + = 8