Ketentuan Penamaan Anak Yatim

  • 5 Years ago

Tanya:

Siapa sajakah sebenarnya yang bisa digolongkan sebagai anak yatim itu? Apakah seorang perempuan yang sudah akil baligh dan berumur di atas 20 tahun tapi belum menikah masih bisa disebut anak yatim? Lalu bagaimana dengan seorang anak yang orang tuanya masih ada tetapi bapaknya tidak pernah menafkahi dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan anak itu juga terlantar bisa disebut anak yatim? Demikian pertanyaan. Syukran.

Tanya:

Ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan,
Pertama, dalam definisi ahli fiqih, yatim adalah anak yang meninggal ayahnya sebelum baligh. Adapun setelah baligh, seorang tidak lagi disebut sebagai anak yatim berdasarkan hadits,

لَا يُتْمَ بَعْدَ احْتِلَامٍ

“Tidak ada keyatiman setelah mimpi basah.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Irwâ`ul Ghalîl no. 1244]

Kedua, definisi yang tersebut di atas adalah patokan dalam pembahasan anak yatim dalam syari’at kita. Bukan definisi dalam bahasa Indonesia yang menyebutkan bahwa yatim adalah tidak beribu atau tidak berayah lagi (karena ditinggal mati). Sedang piatu adalah sudah tidak berayah dan beribu lagi”.
Ketiga, apabila anak yatim telah baligh, dia tidaklah lagi disebut yatim. Demikian pula hukum-hukum yang berkaitan dengan anak yatim tidak lagi berlaku padanya.

Keempat, anak yatim yang telah baligh dan belum memiliki kemampuan, terhitung dalam golongan orang-orang faqir atau miskin.

Kelima, tidak masalah memberi seorang anak yang kedua orang tuanya masih hidup dan tidak memiliki kemampuan. Pemberian tersebut terhitung sedekah atau zakat, tapi tidak berkaitan dengan anak yatim.
Wallahu A’lam.

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

3 Comments Already

  1. Bismillah,
    Jika sang ayah tidak diketahui keberadaannya semenjak dalam kandungan sampai baligh. Setelah berusaha mencari selama 20 tahun (misal). Apa bisa disebut anak yatim ?

  2. assalamuallaikum warohmatullah wabarokaatuh, selamat pagi, ana mau bertnya, ana bekerja di salah satu perusahaan, tsingkat cerita temen ana berinisiatif membuat ROHANI ISlam (Rohis) agenda kegiatan kami tiapa pagi di haaari kamis Solat sunah Duha, baca surat Yasin bersama dan tahlillan. itu bagiamana hukumnya?

  3. Ayah dan ibunya masih hidup tapi mereka meninggalkn anaknya bersama dengan orng lain sehingga anaknya tidak kenal iras wajah ayah dan ibunya… adakah anak itu dikira anak yatim? Harap balas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 + = 37