Tentang Zakat Piutang

  • 3 Years ago

BBG As-SunnahTanya:

Saya memiliki tagihan yang terus berputar, walaupun tagihan tersebut tidak Saya terima secara total karena sistem pembayaranya adalah sebulan sekali. Namun, di setiap bulan ramadhan, Saya memegang nota sekitar 40 Juta. Apakah itu juga tidak termasuk sudah tersimpan setahun?

Jawab:

Berarti masalah Anda adalah zakat piutang yang pembahasannya adalah sebagai berikut.

Zakat piutang adalah seseorang meminjamkan suatu harta kepada orang lain, dan harta tersebut telah mencapai syarat-syarat kewajiban zakat.

Letak permasalahannya adalah bahwa harta tersebut tidak berada pada si pemilik piutang, melainkan berada pada si peminjam. Oleh karena itu, para ulama berbeda pendapat tentang zakat piutang ini.

Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa kewajiban zakat pada piutang terbagi ke dalam dua keadaan:

1. Bila si peminjam mampu mengembalikan pinjamannya.

Dalam keadaan ini, si pemilik piutang wajib mengeluarkan zakat dari pinjaman tersebut karena pinjaman tersebut mampu diambil oleh pemilik piutang kapanpun dia berkehendak, seakan-akan piutang itu telah berada di tangan pemilik piutang.

2. Jika si peminjam sulit mengembalikan pinjamannya.

Bila si peminjam sulit atau tidak mampu mengembalikan pinjamannya, si pemilik piutang tidak wajib mengeluarkan zakat dari harta tersebut.

Namun, bila suatu hari si peminjam mengembalikan pinjaman kepada pemiliknya, sedang harta tersebut telah melebihi satu haul, apakah si pemilik piutang harus mengeluarkan zakatnya?
Pendapat yang lebih dekat dengan kebenaran dalam hal ini adalah bahwa pada dasarnya tidak ada kewajiban zakat terhadap harta tersebut karena salah satu syarat pewajiban zakat adalah harta berada dalam kepemilikan tetap dan telah dimiliki selama satu haul.

Akan tetapi, bila si pemilik piutang mengeluarkan zakat dari piutang yang baru diterima tersebut sebagaimana seseorang yang mengeluarkan zakatnya setelah setahun, hal itu lebih baik dan lebih berhati-hati.

Wallâhu A’lam.

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »

2 Comments Already

  1. Ustad

    Bagaimana jika utang tersebut tdk mungkin bisa dibayar oleh yg berhutang? apakah bisa diikhlaskan tiap tahun 2,5 % dgn niat untuk pmberi hutang membayar zakat kpd yg berhutang? apakah harta yg diambil orang karena tertipu jg bisa diikhlaskan sbg zakat?
    misal si A memberi pinjaman 100 jt kpd B, dan B tdk mampu lg tuk membayar seumur hidup. kbetulan si A jg punya uang lain yg sudah tersimpan 1 tahun sebesar 100 jt, apakah si A boleh mengikhlaskan tiap tahun 2,5% utangnya dgn niat zakat?

  2. Bismillah,
    saya mempunyai niat untuk naik haji tetapi untuk mendaftar supaya bisa dapat kursi minimal membayar 25 jt oleh karena itu bermaksud meminjam uang dibank lalu saya cicil pengembaliannya bagaimana status hukumnya mohon penjelasannya supaya saya tidak salah,TKS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 − 52 =